Jadwal Liga Gojek Traveloka Liga 1 Indonesia 2017

Berbicara ihwal sepak bola indonesia, tidak ada salahnya Bila kita mencoba kilas kembali ke beberapa dekade yg kemudian. Mengapa? Sebab di saat itu jadwal liga gojek traveloka, indonesia harus berada di masa jayanya.
Pada periode 1960-1980 dianggap sebagai masa keemasan sepakbola indonesia. Tim nasional (tim) indonesia berjaya pada kancah internasional buat brasil dijuluki asia-nya. Ad interim itu, di negeri ini, kompetisi semi-profesional mulai bergulir di tahun 1979 dengan nama galatama membawa – pada hubungannya dengan uni yang telah berjalan Sejak tahun 1930-an.
Ya, galatama. Sebuah nama yg sangat menempel sampai kini . Nama-nama klub mirip niac kawan, pardedetex, warna agung, serta krama yudha tiga berlian bahkan masih disebutkan jadwal liga 1 indonesia sampai saat ini.
Oke, kita tidak akan membahas bagaimana klub lalu menghilang dari sirkulasi. Terdapat pula menelaah mengapa format kompetisi berubah hampir setiap animo. Selain itu, membahas kekerasan antarsuporter, tunggakan honor , dan regulasi.
Ayo kita lihat jadwal persipura jayapura di liga 1 ke pada hal-hal yang lebih praktis dicerna logika sehat.
Jadi, sejak era galatama, kompetisi indonesia terus berkembang. Menuju yg lebih baik atau lebih jelek tentu saja masih sangat mampu diperdebatkan. Menurut perjanjian, kita tidak perlu berdebat ihwal manfaat liga indonesia sebab akan menguras tenaga dan emosi.
Dekade bergulir semenjak galatama, liga indonesia memasuki babak baru ketika jadwal bali united di liga 1 Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah sponsor kompetisi tertinggi pada negara itu. Ini dimulai pada tahun 1994. Pada ketika itu, perserikatan indonesia disponsori sang dunhill.
Dunhill merupakan perusahaan rokok yang diproduksi oleh british american tobacco. Di indonesia, diproduksi sang bentoel class. Tercatat, selama 2 tahun asal sponsor liga indonesia dunhill.
Sesudah itu, sponsor berpindah tangan ke kansas – sebuah merek rokok lainnya. Jadilah, perubahan nama berasal liga champions perserikatan dunhill ke kansas pada tahun 1997. Tetapi, kansas hanya berlangsung satu trend.
Selesainya itu, liga indonesia tak punya sponsor beserta jadwal arema di liga 1 indonesia dengan krisis ekonomi. Di tahun 1998, kompetisi bahkan harus berhenti pada tengah jalan sebab pemerintah transisi.
Baru di tahun 1999, bank menandatangani sponsor. Nama berubah menjadi liga champions balik bank mandiri, yang berlangsung selama 5 musim.

KONSEP DASAR KEPERAWATAN MATERNITAS

PENGERTIAN

Keperawatan maternitas merupakan salah satu bentuk pelayanan profesional keperawatan yang ditujukan kepada wanita pada masa usia subur (WUS) berkaitan dengan system reproduksi, kehamilan, melahirkan, nifas, antara dua kehamilan dan bayi baru lahir sampai umur 40 hari, beserta keluarganya, berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dalam beradaptasi secara fisik dan psikososial untuk mencapai kesejahteraan keluarga dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan.
Setiap individu mempunyai hak untuk lahir sehat maka setiap individu berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Keperawatan ibu menyakini bahwa peristiwa kelahiran merupakan proses fisik dan psikis yang normal serta membutuhkan adaptasi fisik dan psikososial dari idividu dan keluarga. Keluarga perlu didukung untuk memandang kehamilannya sebagai pengalaman yang positif dan menyenangkan. Upaya mempertahankan kesehatan ibu dan bayinya sangat membutuhkan partisipasi aktif dari keluarganya.
Pengalaman melahirkan anak merupakan tugas perkembangan keluarga, dapat mengakibatkan krisis situasi selama anggota keluarga tidak merupakan satu keluarga yang utuh. Proses kelahiran merupakan permulaan bentuk hubungan baru dalam keluarga yang sangat penting. Pelayanan keperawatan ibu akan mendorong interaksi positif dari orang tua, bayi dan angggota keluarga lainnya dengan menggunakan sumber-sumber dalam keluarga.. Sikap, nilai dan perilaku setiap individu dipengaruhi oleh budaya dan social ekonomi dari calon ibu sehingga ibu serta individu yang dilahirkan akan dipengaruhi oleh budaya yang diwarisi.
Asuhan keperawatan yang diberikan bersifat holistik dengan selalu menghargai klien dan keluarganya serta menyadari bahwa klien dan keluarganya berhak menentukan perawatan yang sesuai untuk dirinya. Kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan advokasi dan mendidik WUS dan melakukan tindakan keperawatan dalam mengatasi masalah kehamilanpersalinan dan nifas, membantu dan mendeteksi penyimpangan-penyimpangan secara dini dari keadaan normal selama kehamilan sampai persalinan dan masa diantara dua kehamilan, memberikan konsultasi tentang perawatan kehamilan, pengaturan kehamilan, membantu dalam proses persalinan dan menolong persalinan normal, merawat wanita masa nifas dan bayi baru lahir sampai umur 40 hari menuju kemandirian, merujuk kepada tim kesehatan lain untuk kondisi­kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Perawat mengadakan interaksi dengan klien untuk mengkaji masalah kesehatan dan sumber-sumber yang ada pada klien, keluarga dan masyarakat; merencanakan dan melaksanakan tindakan untuk mengatasi masalah-maslah klien, keluarga dan masyarakat; serta memberikan dukungan pada potensi yang dimiliki klien dengan tindakan keperawatan yang tepat. Keberhasilan penerapan asuhan keperawatan memerlukan kerjasama tim yang terdiri dari pasien, keluarga, petugas kesehatan dan masyarakat.
PARADIGMA KEPERAWATAN MATERNITAS
Paradigma keperawatan pada keperawatan maternitas meliputi manusia, lingkungan, sehat dan keperawatan.
a. Manusia
Terdiri dari wanita usia subur wanita pada masa usia subur (WUS) berkaitan dengan system reproduksi, kehamilan, melahirkan, nifas, antara dua kehamilan dan bayi baru lahir sampai umur 40 hari, beserta keluarganya adalah anggota keluarga yang unik dan utuh, merupakan mahluk bio-psiko­sosial dan spiritual yang memiliki sifat berbeda secara individual dan dipengaruhi oleh usia dan tumbuh kembangnya. Salah satu tugas perkembangan wanita adalah pengalaman melahirkan danak yang dapat merupakan krisis situasi dalam keluarga tersebut apabila tidak mampu beradaptasi dengan baik.
b. Lingkungan
Sikap, nilai dan prerilaku seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan budaya dan social disamping pengaruh fisik Proses kehamilan danpersalinan serta nifas akan melibatkan semua anggota keluarga dan masyarakat. Proses kelahiran merupakan permulaan suatu bentuk hubungan baru dalam keluarga yang sangat penting, sehingga pelayanan maternitas akan mendorong interaksi yang positif dari orang tua, bayi dan angota keluarga lainnya dengan menggunakan sumber-sumber dalam keluarga.
c. Sehat
Sehat adalah suatu keadaan terpenuhinya kebutuhan dasar, bersifat dinamis dimana perubahan-perubahan fisik dan psikososial mempengaruhi kesehatan seseorang.setiap indivisu memeiliki hak untuk lahir sehat sehingga WUS dan ibu memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
d. Keperawatan Ibu
Keperawatan ibu merupakan pelayanan keperawatan professional yang ditujukan kepada wanita usia subur wanita pada masa usia subur (WUS) berkaitan dengan system reproduksi, kehamilan, melahirkan, nifas, antara dua kehamilan dan bayi baru lahir sampai umur 40 hari, beserta keluarganya yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dalam melakukan adaptasi fisik dan psikososial dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Keperawatan ibu memberikan asuhan keperawatan holistik dengan selalu menghargai klien dan keluarganya serta menyadari bahwa klien dan keluarganya berhak menentukan perawatan yang sesuai untuk dirinya.

Tujuan Dan Fungsi Keperawatan Komunitas

Tujuan keperawatan komunitas
Tujuan proses keperawatan dalam komunitas adalah untuk pencegahan dan peningkatan
kesehatan masyarakat melalui upaya-upaya sebagai berikut.

  1. Pelayanan keperawatan secara langsung (direct care) terhadap individu, keluarga, dan keluarga dan kelompok dalam konteks komunitas.
  2. Perhatian langsung terhadap kesehatan seluruh masyarakat (health general community) dengan mempertimbangkan permasalahan atau isu kesehatan masyarakat yang dapat mempengaruhi keluarga, individu, dan kelompok.

Selanjutnya, secara spesifik diharapkan individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat mempunyai kemampuan untuk :
1) Mengidentifikasi masalah kesehatan yang dialami;
2) Menetapkan masalah kesehatan dan memprioritaskan masalah tersebut;
3) Merumuskan serta memecahkan masalah kesehatan
4) Menanggulangi masalah kesehatan yang mereka hadapi
5) Mengevaluasi sejauh mana pemecahan masalah yang mereka hadapi, yang akhirnya
dapat meningkatkan kemampuan dalam memelihara kesehatan secara mandiri (self
care).

Fungsi keperawatan komunitas

  1. Memberikan pedoman dan bimbingan yang sistematis dan ilmiah bagi kesehatan masyarakat dan keperawatan dalam memecahkan masalah klien melalui asuhan keperawatan.
  2. Agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang optimal sesuai dengan kebutuhannya di bidang kesehatan.
  3. Memberikan asuhan keperawatan melalui pendekatan pemecahan masalah, komunikasi yang efektif dan efisien serta melibatkan peran serta masyarakat.
  4. Agar masyarakat bebas mengemukakan pendapat berkaitan dengan permasalahan atau kebutuhannya sehingga mendapatkan penanganan dan pelayanan yang cepat dan pada akhirnya dapat mempercepat proses penyembuhan (Mubarak, 2006).

Kepewantan Medikal Bedah

Keperawatan medikal bedah merupakan pelayanan profesional yang didasarkan Ilmu dan teknik Keperawatan Medikal Bedah berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yg komprehensif ditujukan pada orang dewasa dgn atau yg cenderung mengalami gangguan fisiologi dgn atau tanpa gangguan struktur akibat trauma. Keperawatan medical bedah merupakan bagian dari keperawatan, dimana keperawatan itu sendiri adalah : Bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprihensif ditujukan pada individu, keluarga dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. Pelayanan keperawatan berupa bantuan yang diberikan dengan alasan : kelemahan fisik, mental, masalah psikososial, keterbatasan pengetahuan, dan ketidakmampuan dalam melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri akibat gangguan patofisiologis, (CHS,1992).

Pengertian keperawatan medikal bedah mengandung empat hal seperti di bawah ini:
  • Pelayanan Profesional
    Seorang perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien, selalu memandang pasien secara holistic/menyeluruh baik Bio-Psiko-sosial-kultural-Spiritual. Dalam setiap tindakan, perawat dituntut untuk memberikan asuhan keperawatan secara professional sesuai dengan standarisasi profesi keperawatan. Pelayanan ini diberikan oleh seorang perawat yang berkompetensi dan telah menyelesaikan pendidikan profesi keperawatan pada jenjang yang lebih tinggi.
  • Berdasarkan Ilmu Pengetahuan
    Perawat dalam melaksanakan tugasnya sudah melalui jenjang Pendidikan Formal yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah. Ilmu pengetahuan terus berubah dari waktu ke waktu (dinamis), sehingga dalam memberikan Asuhan keperawatan pada Klien berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan terbaru
  • Menggunakan scientific Metode
    Dalam melaksanakan asuhan keperawatan melaui tahap-tahap dalam proses keperawatan berdasarkan pendekatan ilmiah. Dengan menggunakan standarisasi asuhan keperawatan yang ada (NANDA, NIC, NOC).
  • Berlandaskan Etika Keperawatan
    Perawat dalam melaksanakan tugasnya, dituntut untuk dapat menerapkan asas etika keperawatan yang ada, meliputi asas Autonomy (menghargai hak pasien/ kebebasan pasien), Beneficience (menguntungkan bagi pasien), Veracity (kejujuran), Justice (keadilan)

ETIKA PERAWAT DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN

Sebagai seorang perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien kita harus berpegang teguh pada nilai- nilai dan kode etik sehingga kejadian pelanggaran etik dapat dihindarkan. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia, keunikan klien, dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik, dan agama yang dianut serta kedudukan sosial. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai- nilai budaya, adat istiadat, dan kelangsungan hidup beragama dari klien.

Berikut etika perawat dalam memberikan pelayanan kepada pasien meliputi:

  1. Sebagai perawat kita harus bersikap empati

Yaitu ungkapan tulus dengan turut merasakan apa yang dialami oleh pasien. Ungkapan empati dapat diwujudkan dari perhatian, keramahtamahan, senyum, sabar dalam memberikan pelayanan.

  1. Sebagai perawat kita harus bersikap yang ramah tamah, penuh kesabaran dan perasaan serta senyum polos yang tidak di buat- buat.

Seperti yang kita lihat kenyataannya saat ini banyak para perawat yang tidak ramah dalam memberikan pelayanan, mereka sering jutek dan tidak mau senyum pada pasien yang dirawatnya. Kalau begitu sikap perawat terus- terusan maka bagaimana pasien akan bisa sembuh dari penyakitnya. Banyak survey membuktikan setengah dari kesembuhan pasien adalah akibat senyuman seorang perawat. Oleh karena itu senyum tulus perawat adalah mahakarya kebaikan.

  1. Berikan tatapan mata yang penuh kasih pada pasien

Bersikaplah penuh bersahabat kepada pasien, tunjukan perhatian total dalam sikap hormat yang wajar dan tidak berlebihan pada pasien.

  1. Jadilah pribadi yang melayani pasien dalam moral dan etika pelayanan terbaik. Jangan pernah abaikan untuk memberikan sikap baik kepada pasien.
  2. Menjadi pribadi yang baik hati dan tulus melayani setiap pasien dengan sikap baik anda
  3. Jadilah diri sendiri yang mampu mempengaruhi pasien melalui sikap sabar dan penuh perhatian
  4. Seorang perawat harus memiliki energi positif yang tercermin dari tatapan mata, senyuman, suara, dan empati yang tulus untuk membantu kebutuhan pasien.
  5. Sebagai seorang perawat kita harus bertanggung jawab atas tindakan yang telah kita lakukan pada pasien
  6. Berkomunikasi dengan teknik terapeutik
  7. Kalau berbicara agak sedikit membungkuk pada pasien
  8. Saat berbicara dengan pasien pandangan kita tidak boleh dialihkan
  9. Mendengarkan pasien dengan penuh perhatian
  10. Menunjukan sikap menerima
  11. Menanyakan kondisi pasien agar pasien juga merasa diperhatikan
  12. Menjawab pertanyaan pasien yang berhubungan dengan keadaannya

IBU

Inilah diriku anak mu. . .

Perempuan yang dulu hanyalah membebanimu sembilan bulan. . .

Merampas kelelapanmu pada malam malammu. . .

Ketika aku masih. . . Jadi gumpalan daging. . .

Diberi nyawa dirahimmu. . .

Adapun disaat pertama kali aku menghirup udara dibentang yang fana ini. . .

Setelah engkau bertarung antara hidup mati

Aku hanya mampu memberimu gelisah dan cemasmu

Tapi letih tak pernah aku dengar. . .

Sebagai nyanyian keluhku. . .